Home » Buah Karya » GERAKAN AKSI untuk Lingkungan (GAuL)

GERAKAN AKSI untuk Lingkungan (GAuL)

“pengejawantahan hak dan kewajiban atas lingkungan hidup yang baik dan sehat”

Latar Belakang

Tingkat kerusakan dan pencemaran seperti deret hitung yang selalu bertambah dari hari ke hari, sedangkan langkah penyelesaianya hanya sebatas deret ukur sesuai kemampuan anggaran APBN dan APBD.

Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 dan Pasal 28 Piagam Hak Asasi Manusia yang dimuat dalam Ketetapan MPR‑RI No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia (Ketetapan MPR‑RI No. XVII/MPR/1998): “hak atas lingkungan (hidup) yang baik dan sehat” merupakan “hak fundamental‑konstitusional”.

Sebuah Langkah PPPE Jawa dalam menjawab tantangan diatas adalah membangun sinergi antar stakeholder dan stockholder dalam mewujudkan ketahanan lingkungan.

Wujud sinergi dan kebersamaan di lapangan untuk melakukan penyelesaian pencemaran dan kerusakan, PPPE Jawa memilih wadah, ungkapan atau istilah GAUL.

Maksud dan Tujuan

GAUL adalah bentuk kerja bersama (bukan kerja sama) antara Pemerintah Pusat (PPPE Jawa KLHK) dengan Pemerintah Daerah (Badan/Dinas Lingkungan Hidup Kab./Kota), dengan Masyarakat, dengan LSM maupun Dunia Usaha.

Slogan GAUL adalah AKU, KAMU, KITA SEMUA PEDULI LINGKUNGAN

Tujuan utama

  1. Mendorong percepatan upaya nyata dalam mewujudkan ketahanan lingkungan;
  2. Menciptakan efek domino gerakan aksi serupa di berbagai tempat;

Lingkup Peran/Sinergi

  1. PPPE Jawa sebagai koordinator pelaksana sekaligus pemrakarsa;
  2. Pemkab/Pemkot sebagai pelaksana aksi sekaligus mengkoordinir kelompok masyarakat, LSM, Paguyuban dan lain-lain;
  3. Masyarakat sebagai eksekutor aksi;
  4. Dunia Usaha sebagai eksekutor aksi sekaligus pendukung lainya.

Dokumentasi aksi/Lain-lain

Gropyok sampah di kali bedog Sleman bersama warga

Kemah hijau ekoregion jawa di Jombang

Rekor Muri Pembuatan daur ulang di Probolinggo

Rekor muri pembuatan lobang biopori di Probolinggo

  • Efek Domino 15.000 LRB (Lubang Resapan Biopori)

Efek langsung bagi lingkungan)

  1. Melakukan konservasi air hujan sekurang-kurangnya 120.000 liter setiap penyerapan;
  2. Melakukan pengolahan sampah sekurang-kurangnya 480.000 liter sampai 720.000 liter/tahun;
  3. Melakukan adaptasi teknologi terapan (pedesaan) dilakukan di kawasan perkotaan.

Efek tidak langsung bagi lingkungan

Setiap 15.000 Lubang Resapan Biopori dapat menurunkan beban pencemaran CO2 = 4,68 Giga gram/tahun dan CH4 = 3,12 Giga gram/tahun), sumber IPCC 2006.

Efek bagi kebijakan daerah lainnya

  1. Dilakukan bersama-sama oleh PPPE Jawa dan seluruh komponen Kota Probolinggo (Pemda, Kelompok Masyarakat Kota, LSM, PT. KTI dll)
  2. Turunan GAUL di Kota Probolinggo adalah SMS Darling (Semangat Masyarakat Sadar Lingkungan)
  3. Dilakukanya target pembuatan LRB di setiap Kab./Kota (Pada saat Hari jadi Kab. Malang ke 1246, dilakukan pembuatan LRB sebanyak 1246. Dan pada hari itu tercatat Kab. Malang memiliki LRB sebanyak 51.000)
  4. Dilakukan gerakan pembuatan 1.000.000 LRB oleh TNI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*